PORTAL — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM serta LPG 3 kg di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tetap terjaga.
Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bone ke Kantor Unit Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Pertemuan tersebut dihadiri Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas, Wahyu Purwatmo, bersama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Idris, dan jajaran anggota Komisi II DPRD Bone.
Kunjungan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk membahas kondisi stok dan penyaluran BBM serta LPG 3 kg di Kabupaten Bone. Komisi II DPRD Bone juga menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan BBM bersubsidi jenis Biosolar dan ketersediaan LPG 3 kg.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketahanan stok energi di Bone terus dijaga melalui pengaturan pasokan dan penyaluran yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina bahkan telah memberikan tambahan alokasi BBM dan LPG di atas rata-rata penyaluran harian normal.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan sektor-sektor yang bergantung pada ketersediaan BBM dan LPG.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Idris, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi pasokan energi sekaligus membawa aspirasi masyarakat Bone.
“Kami telah menyampaikan aspirasi masyarakat Bone terkait kebutuhan Biosolar dan LPG 3 kg. Dari koordinasi yang dilakukan, kami mendapatkan penjelasan bahwa Pertamina telah menyiapkan tambahan alokasi di atas rata-rata kebutuhan harian,” ujar Andi.
Ia mengimbau masyarakat Bone agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena ketersediaan BBM dan LPG telah menjadi perhatian Pertamina.
“Kami mengimbau masyarakat Bone agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG,” katanya.
Andi juga mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran energi bersubsidi agar berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Menurutnya, pengawasan masyarakat diperlukan untuk mendukung kelancaran distribusi sekaligus mencegah penyalahgunaan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi dan LPG 3 kg di Kabupaten Bone. Apabila menemukan hal-hal yang tidak sesuai, sampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan koordinasi bersama DPRD menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran kebutuhan energi secara langsung dari masyarakat dan pemerintah daerah.
“Masukan dari Komisi II DPRD Bone menjadi bagian penting bagi kami untuk terus mengevaluasi penyaluran BBM dan LPG di wilayah Bone. Pertamina akan menjaga ketersediaan pasokan melalui pengaturan distribusi yang dinamis sesuai kebutuhan lapangan, sekaligus memastikan penyaluran berjalan secara tertib dan tepat sasaran,” kata Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga terus memantau kondisi stok dan penyaluran melalui jaringan lembaga penyalur.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola SPBU, serta agen LPG terus diperkuat agar perubahan kebutuhan di lapangan dapat segera direspons melalui langkah operasional yang sesuai.
Masyarakat juga diimbau menggunakan BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta peruntukannya. Dengan stok dan tambahan alokasi yang telah disiapkan, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
Penggunaan energi secara bijak dinilai turut membantu menjaga kelancaran distribusi sehingga manfaat BBM bersubsidi dan LPG 3 kg dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang berhak.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi di Kabupaten Bone dan wilayah Sulawesi secara berkelanjutan.
Evaluasi terhadap pola konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah akan terus dilakukan sebagai dasar untuk mengoptimalkan penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat.
