PORTAL — Bulog Cabang Parepare melaksanakan sosialisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Juli hingga September 2026 sekaligus melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas beras di Kompleks Pergudangan Bulog Lapadde, Kota Parepare, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Kepala Kejaksaan Negeri Parepare Darfiah, Wakapolres Parepare, Danramil, Kasi Intel Kejari, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pemimpin Bulog Cabang Parepare Rahmi Mangerang, Wakil Pemimpin Bulog Parepare Fajrin, serta sejumlah undangan lainnya.
Pemimpin Bulog Cabang Parepare, Rahmi Mangerang, mengatakan kehadiran Wali Kota bersama unsur Forkopimda menjadi penyemangat bagi Bulog untuk terus meningkatkan pelayanan serta menjaga kualitas pangan pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat.
Menurutnya, Bulog telah menyiapkan sekitar 340 ton beras untuk penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September 2026 di Kota Parepare. Bantuan tersebut menyasar sebanyak 11.335 penerima bantuan pangan (PBP) setiap bulan.
Ia menjelaskan setiap penerima memperoleh bantuan sebanyak 10 kilogram beras per bulan. Dengan jumlah penerima tersebut, kebutuhan beras mencapai sekitar 113 ton setiap bulan.
“Untuk periode Juli sampai September, bantuan yang disalurkan kepada masyarakat berupa beras sebanyak 10 kilogram per penerima setiap bulan,” kata Rahmi.
Rahmi menjelaskan, penyaluran kali ini berbeda dengan periode Februari dan Maret yang turut disertai Minyakita. Untuk alokasi Juli hingga September, bantuan yang diberikan berupa beras.
Selain bantuan pangan yang bersumber dari program nasional, terdapat pula bantuan pangan yang berasal dari pemerintah daerah.
Bulog, kata Rahmi, juga memastikan kualitas beras tetap terjaga sebelum disalurkan. Penyortiran dilakukan untuk memastikan beras yang diterima masyarakat memenuhi standar.
Penerima bahkan diberikan kesempatan mengajukan keluhan apabila menemukan beras yang tidak sesuai ketentuan. Sesuai petunjuk teknis, pengaduan dapat disampaikan maksimal 2 x 24 jam setelah bantuan diterima.
Komplain dapat disampaikan melalui kelurahan tempat penyaluran. Apabila setelah diperiksa ditemukan beras bermasalah atau tidak memenuhi ketentuan, Bulog akan melakukan penggantian sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami senantiasa menyortir kualitasnya. Kita berharap pada saat penyaluran, kualitas tetap terjaga sehingga sampai kepada masyarakat dalam kondisi terbaik,” ujarnya.
