PORTAL — Penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 secara resmi digelar di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Kamis (13/8).
Acara ini menandai berakhirnya masa pengabdian 176 mahasiswa Unhas yang telah berlangsung selama 44 hari di 22 kelurahan sejak 1 Juli lalu.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unhas atas kepercayaan yang diberikan.
Ia menegaskan kesiapan Pemkot Parepare untuk menyambut program KKN berikutnya dengan kuota yang lebih besar.
“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih kepada Unhas. Tentu nanti kalau ada KKN lagi, kalau perlu 10 kali lipat jumlahnya, kami sangat siap menerima,” kata Tasming.
Tasming menginstruksikan para lurah agar hasil inovasi mahasiswa seperti pakan pupuk hingga pengolahan tempe menjadi cokelat dapat dilanjutkan oleh masyarakat dan UMKM lokal.
“Hasil KKN ini harus betul-betul dicermati dan ditindaklanjuti agar memberikan manfaat nyata, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.
Perwakilan Unhas, drg. Nursyamsi, menekankan pentingnya posisi Kota Parepare dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Unhas.
Ia menyampaikan harapan agar kolaborasi ini terus berlanjut sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas khilaf selama KKN berlangsung.
“Parepare selalu menjadi mitra strategis Unhas. Kami berharap kerja sama ini berlanjut agar memberi dampak sesuai tema ‘KKN Mengabdi dan Berdampak untuk Negeri’. Kami juga memohon maaf bila anak-anak kami ada kesalahan,” ujar Nursyamsi.
Lebih lanjut, Nursyamsi menceritakan tingginya antusiasme mahasiswa untuk memilih Parepare sebagai lokasi KKN. Persaingan antar mahasiswa saat pendaftaran online bahkan terbilang cukup sengit.
“Parepare jadi salah satu lokus favorit, sampai ada ‘war’ tiket pendaftaran. Akhirnya 176 mahasiswa diterima sejak 1 Juli dan menempati 22 kelurahan,” tambahnya.
Sementara itu, mahasiswi FMIPA Unhas, Yulisti Anggriani (Matematika) dan Khadijah, turut memberikan pesan dan kesan mewakili rekan-rekannya.
Yulisti menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkot Parepare serta pemilik tempat tinggal mereka.
“Terima kasih Pemkot Parepare atas sambutannya. Terima kasih juga untuk ibu posko kami, Ibu Muli, semoga sehat selalu dan tidak melupakan kami,” kata Yulisti.
Senada dengan Yulisti, Khadijah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah kelurahan yang telah menerima dan membimbing mereka selama program pengabdian.
“Terima kasih kepada Ibu Lurah yang telah menerima kami, dan kami memohon maaf jika ada kesalahan. Banyak pelajaran hidup yang bisa kami ambil dari pengalaman KKN di Parepare ini,” tutur Khadijah.
