PORTAL — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Parepare, Marten, melaksanakan audiensi ke Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare dalam rangka memperkuat koordinasi dan membangun kerja sama dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dalam audiensi tersebut, Kalapas Parepare didampingi oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare, Muhammad Idris, didampingi Andi Rohana. Pertemuan ini menjadi momentum untuk membahas berbagai peluang sinergi antara Lapas Parepare dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare dalam mendukung program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, produktivitas, dan kemandirian WBP.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara khusus mengenai koordinasi dan kerja sama pembinaan kemandirian WBP di Lapas Parepare, khususnya pada bidang ketahanan pangan. Program ketahanan pangan diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan pembinaan produktif yang memberikan kesempatan kepada WBP untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan selama menjalani masa pembinaan.
Marten menyampaikan harapan agar Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare dapat memberikan dukungan dan kerja sama dalam pengembangan program ketahanan pangan, baik dalam bentuk pendampingan, konsultasi teknis, maupun peningkatan kapasitas bagi petugas/pembina dan WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah melalui penyediaan tenaga instruktur atau narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare untuk memberikan pelatihan dan pembekalan kepada petugas/pembina serta WBP.
“Pelatihan tersebut diharapkan dapat mencakup pengetahuan dan keterampilan teknis di bidang ketahanan pangan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan metode yang tepat,” ujarnya.
Keterlibatan instruktur atau narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi petugas/pembina dalam melakukan pendampingan terhadap WBP. Dengan adanya pemahaman dan keterampilan yang memadai, kegiatan ketahanan pangan di Lapas Parepare dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan menghasilkan kegiatan yang lebih produktif.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kerja sama ini juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan ketahanan pangan di lingkungan Lapas Parepare. Pemanfaatan lahan yang tersedia dapat diarahkan untuk kegiatan produktif seperti budidaya tanaman pangan, hortikultura, maupun kegiatan lain yang sesuai dengan kondisi dan potensi lingkungan Lapas Parepare.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan kegiatan produktif, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian WBP. Melalui keterlibatan secara langsung dalam kegiatan ketahanan pangan, WBP diharapkan dapat belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, pengelolaan kegiatan, serta keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
Dengan adanya dukungan, pendampingan, serta penyediaan instruktur atau narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare, Lapas Parepare optimis program pembinaan kemandirian di bidang ketahanan pangan dapat dikembangkan secara lebih optimal, sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan WBP agar memiliki keterampilan dan kemampuan produktif sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
