Hadiri Pembukaan Bhayangkara Offroad Merdeka, Wali Kota Parepare Bawa Pesan Cegah Karhutla

PORTAL — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri pembukaan dan pelepasan peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V Tahun 2026 di SPN Batua Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (28/8/2026).

Tasming menyambut positif kegiatan yang diikuti sekitar 400 kendaraan dari jajaran kepolisian dan komunitas otomotif tersebut. Terlebih, Kota Parepare menjadi titik akhir perjalanan setelah peserta menjelajahi sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Bhayangkara Offroad Merdeka berlangsung selama tiga hari, 28 hingga 30 Agustus 2026. Rombongan mengambil rute dari Makassar menuju Barru, Sidrap, sebelum akhirnya finis di Kota Parepare.

Menurut Tasming, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak sebatas menjadi ajang olahraga dan petualangan otomotif. Bhayangkara Offroad Merdeka juga memperlihatkan kuatnya sinergitas antara Polri dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota.

Keterlibatan berbagai daerah dalam satu rangkaian kegiatan dinilai menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk menjaga keamanan, lingkungan hingga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Tasming menilai rute offroad yang menjangkau kawasan hingga pelosok dapat dimanfaatkan untuk membawa pesan-pesan positif kepada masyarakat.

“Ini menjadi momen untuk kita mengedukasi para offroader mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi musim kemarau,” pesannya.

Selain karhutla, Tasming juga menyoroti pentingnya mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pembalakan liar.

“Dengan ratusan peserta yang melintasi berbagai karakter wilayah, kegiatan ini memiliki potensi menjadi medium kampanye pelestarian lingkungan,” ungkap Tasming.

Karena itu, perjalanan para off-roader tidak hanya berorientasi mencapai garis finis. Ada pesan kepedulian lingkungan yang dapat dibawa sepanjang jalur yang dilalui.

Kota Parepare mendapat posisi penting dalam rangkaian Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V karena menjadi lokasi finis sekaligus rangkaian penutupan kegiatan.

Berdasarkan timeline panitia, perjalanan dimulai dari SPN Batua. Pada hari pertama, peserta bergerak menuju Barru dan dijadwalkan finis di camping ground Lappa Laona.

Hari kedua, peserta kembali menjelajahi lintasan dari Barru menuju Sidrap. Sejumlah jalur extreme juga masuk dalam rangkaian perjalanan sebelum peserta mengakhiri hari kedua di kawasan wisata Bila, Sidrap.

Puncaknya pada Minggu (30/8/2026), peserta bergerak dari Sidrap menuju Kota Parepare. Rombongan dijadwalkan finis di Lapangan Andi Makkasau Parepare, yang sekaligus menjadi lokasi rangkaian penutupan dan pengundian hadiah.

Kehadiran ratusan peserta di Parepare juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal.

Event berskala besar tersebut berpotensi menjadi ruang promosi bagi Parepare, mulai dari sektor pariwisata hingga produk UMKM dan kuliner lokal.

Menurut Tasming, momentum ini bukan hanya tentang menjadi daerah tujuan akhir perjalanan, tapi dapat memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan kepolisian, serta masyarakat.

“Dengan Parepare sebagai titik finis, kita berharap semangat kebersamaan yang dibawa ratusan off-roader tidak berhenti ketika peserta mencapai garis akhir, tetapi turut meninggalkan manfaat bagi masyarakat dan daerah yang dilalui,” tutupnya.