PORTAL — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat pasokan dan memantau penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum, distribusi BBM terpantau kondusif, meski kepadatan kendaraan pada waktu dan jenis BBM tertentu masih terjadi di sejumlah daerah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pola penyaluran terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum kondisi terpantau kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat kepadatan pada jam-jam tertentu, khususnya untuk jenis BBM tertentu. Penyaluran terus kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar stok tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Lilik.
Di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), kondisi antrean di SPBU disebut telah kembali normal. Kendati demikian, Pertamina tetap memperkuat pasokan dengan menambah suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen.
Langkah operasional juga dilakukan melalui penambahan jalur pelayanan Pertalite, jam operasional SPBU dan Depot Makassar, serta penambahan operator dan marshall SPBU.
Pengaturan distribusi sebelumnya turut dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap pada periode 13-20 September 2026 dan pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan besar pada malam hari.
Sementara di Sulawesi Tenggara, kondisi penyaluran BBM saat ini juga terpantau kondusif. Rata-rata penyaluran harian sepanjang September meningkat 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal periode Januari-Mei.
Pertamina menambah jam operasional SPBU, mengoptimalkan nozzle Pertalite, serta berkolaborasi dengan Forkopimda dalam penertiban pengecer. Batas maksimal pengisian BBM per hari juga diterapkan dengan menyesuaikan kapasitas tangki standar kendaraan.
Berbeda dengan Sulselbar dan Sulawesi Tenggara, kepadatan pada jam sibuk untuk penyaluran Biosolar masih ditemukan di Sulawesi Tengah.
Kondisi serupa terpantau di Kabupaten Buol yang saat ini hanya memiliki dua SPBU reguler. Pertamina kemudian meningkatkan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.
Pertamina juga mengoptimalkan marshall SPBU untuk membantu mengatur antrean serta berkoordinasi dengan Depot Tolitoli agar pengiriman ke Kabupaten Buol mendapat prioritas.
Pengawasan penyaluran turut diperketat sesuai standar operasional, termasuk memastikan kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan.
Di Gorontalo, kepadatan kendaraan di SPBU masih terjadi pada jam tertentu, tetapi disebut dalam kondisi terkendali dan tidak lagi ditemukan antrean panjang seperti sebelumnya.
Distribusi dari Depot Gorontalo dioptimalkan dengan membuka proses penyaluran lebih awal. Nozzle Pertalite di SPBU tertentu juga dimanfaatkan sebagai tambahan jalur pengisian.
Pertamina sekaligus melakukan build up stok pada SPBU yang berpotensi mengalami kondisi kritis dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran dan kebutuhan masing-masing SPBU.
Monitoring stok dan transaksi dilakukan secara berkala untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan maupun pembelian berulang. Koordinasi dengan Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo juga diperkuat dalam pengawasan BBM bersubsidi.
Adapun di Sulawesi Utara, antrean Biosolar masih terpantau di Kota Manado. Pertamina meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan Agustus serta menambah nozzle Biosolar. Sementara penyaluran Pertalite dilaporkan aman dan kondusif.
Lilik menegaskan penanganan distribusi BBM tidak disamaratakan karena kondisi dan kebutuhan setiap wilayah berbeda.
“Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penanganannya juga kami sesuaikan, mulai dari penguatan suplai, penyesuaian jam operasional, penambahan fasilitas pengisian, sampai penguatan pengawasan di SPBU. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait agar penyaluran di lapangan tetap berjalan tertib,” jelas Lilik.
Pertamina turut mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan serta mengikuti arahan petugas di SPBU.
“Kami mengimbau agar pembelian dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Dengan begitu, distribusi BBM dapat berjalan lebih merata dan masyarakat yang membutuhkan dapat tetap terlayani,” tutup Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pemantauan stok, penyaluran, dan pelayanan SPBU akan terus dilakukan. Penyesuaian distribusi juga akan diterapkan mengikuti perkembangan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah.
