PORTAL — Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) melantik 47 pejabat di lingkungan universitas untuk masa jabatan 2026-2030. Pelantikan mencakup jajaran pimpinan fakultas, Sekolah Pascasarjana hingga program studi.
Rektor UMPAR, Dr. Patahuddin Hakim, menegaskan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari amanah untuk melanjutkan pengembangan universitas.
“Pergantian ini adalah amanah. Kita bekerja bukan karena jabatan itu, tetapi karena kita ingin memajukan UMPAR,” kata Patahuddin, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar prosesi seremonial ataupun pergantian jabatan struktural, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas UMPAR.
“Pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial atau pergantian jabatan struktural. Ini merupakan tonggak penting dalam melanjutkan amanah besar untuk memimpin dan memajukan UMPAR,” ujarnya.
Patahuddin mengingatkan, jabatan merupakan kehormatan yang diikuti tanggung jawab besar. Amanah tersebut, kata dia, tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada institusi, sivitas akademika dan masyarakat, tetapi juga memiliki dimensi moral dan keagamaan.
“Jabatan adalah kehormatan, tetapi di balik itu ada tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada senat, sivitas akademika dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT,” tegasnya.
Patahuddin mengatakan perguruan tinggi saat ini menghadapi perubahan yang sangat dinamis. Tantangan global, perkembangan digitalisasi serta tuntutan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja membuat perguruan tinggi harus terus beradaptasi.
Karena itu, salah satu fokus yang diberikan kepada para pejabat baru adalah peningkatan mutu akademik dan akreditasi. Seluruh program studi, baik sarjana maupun pascasarjana, didorong meningkatkan capaian akreditasinya.
“Saya berharap di bawah kepemimpinan yang baru, setiap program studi, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana, mampu meningkatkan status akreditasinya menuju capaian tertinggi atau Unggul,” katanya.
Selain akreditasi, Patahuddin menekankan penguatan riset dan hilirisasi inovasi. Sekolah Pascasarjana diharapkan berkembang tidak hanya sebagai tempat pendidikan lanjutan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perkuat ekosistem riset yang solutif. Jadikan pascasarjana sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
