Oleh: Andi Marlina
Parepare, Portal — Game online, yang kini menjadi hiburan setiap hari bagi anak-anak, menyimpan bahaya yang mengkhawatirkan. Tanpa disadari, dunia virtual yang seharusnya menyenangkan justru telah disusupi fitur-fitur perjudian terselubung.
Laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa 80 ribu anak Indonesia terpapar game dengan unsur judi. Harus kita akui, ini bukan lagi masalah kecil. Tetapi siapa yang bertanggung jawab ketika generasi muda kita dibiarkan terpapar risiko ini?
Pertama, mari bicara soal orang tua. Dari fakta lapangan bahwasannya banyak orang tua yang memberikan gawai kepada anak demi mencari “ketenangan” dari tingkah laku mereka yang tak henti-henti bergerak.
Apakah kita benar-benar mengawasi aktivitas anak-anak ketika mereka asyik dengan game yang “aman”? Nyatanya, tidak sedikit orang tua yang terlalu mudah membiarkan anak-anak bermain game tanpa memahami konten atau risiko yang tersimpan di dalamnya.
Game dengan sistem loot box atau gacha, yang sering kali menjadi modus perjudian terselubung, menggunakan pola yang memancing pemain untuk mengeluarkan uang demi hadiah acak. Di sinilah anak-anak kita mulai belajar bahwa menghabiskan uang untuk sebuah “kesempatan” adalah hal yang normal. Padahal, ini adalah proses yang meniru pola perjudian bahkan menjerumuskan mereka dalam lingkaran kecanduan yang sulit dihentikan.
Sayangnya, industri game memanfaatkan celah ini. Pengembang mengetahui bahwa anak-anak adalah pasar potensial, sehingga mereka mengemas perjudian ini dengan tampilan yang menarik dan penuh warna. Kita harus bertanya: Apakah mereka peduli dengan pengaruh buruk yang ditimbulkan, atau hanya fokus pada keuntungan semata? Jika mereka hanya melihat angka, maka yang mereka lakukan adalah eksploitasi anak-anak dalam bentuk digital.
Pemerintah juga harusnya menyadari bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berkembang lebih jauh. Regulasi yang ada perlu diperkuat untuk membatasi akses anak-anak terhadap game-game yang berpotensi membahayakan psikologis mereka. Kenapa anak-anak di bawah usia tertentu masih bisa mengunduh game dengan fitur judi?
Pemerintah harus lebih tegas, menetapkan aturan yang melarang distribusi game dengan fitur taruhan bagi anak-anak. Jika tidak, berapa banyak lagi anak-anak yang akan menjadi korban industri yang tak bertanggung jawab ini?
