Abdul Azis menegaskan, pelayanan distribusi menggunakan mobil tangki diberikan secara gratis kepada pelanggan PAM Tirta Karajae yang terdampak kekeringan di seluruh wilayah Kota Parepare.
“Ini adalah langkah preventif kami untuk membantu warga. Pelayanan armada tangki ini sepenuhnya gratis bagi pelanggan PDAM yang terdampak El Nino di seluruh wilayah Parepare,” ujarnya.
Untuk mempercepat pelayanan, armada mobil tangki diinstruksikan selalu dalam kondisi siap dan kembali diisi penuh setiap selesai melakukan distribusi. Dengan demikian, petugas dapat segera bergerak ketika menerima laporan maupun permintaan masyarakat.
Warga yang membutuhkan pasokan air bersih dapat menghubungi layanan resmi PAM Tirta Karajae atau menyampaikan laporan kepada petugas lapangan yang berada di wilayah pemukiman.
Salah seorang warga, Nurmila, mengungkapkan krisis air bersih di lingkungannya telah berlangsung sekitar satu bulan. Ia mengaku bersyukur dengan adanya bantuan air dari Polres Parepare bersama PAM Tirta Karajae.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak karena Bapak sudah datang mengunjungi masyarakat di sini yang tidak ada airnya. Sudah kurang lebih satu bulan ini kami menderita masalah air,” ungkapnya.
Selain mengapresiasi bantuan tersebut, warga berharap pemerintah dan instansi terkait menyediakan fasilitas penampungan air untuk membantu memenuhi kebutuhan apabila krisis air berlanjut.
Menanggapi kebutuhan tersebut, PAM Tirta Karajae menyiapkan dua tandon air yang ditempatkan di kawasan pemukiman untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
Kapolres Parepare bersama Direktur PAM Tirta Karajae juga meninjau langsung sumur yang selama ini menjadi salah satu sumber air bersih warga. Sumur tersebut diketahui telah mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
