Antrean SPBU Parepare, Ada Pelangsir? Soroti Pengawasan Pemkot hingga Polisi

PORTAL — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Parepare, mulai memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi.

Antrean tidak hanya membuat masyarakat harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM. Deretan kendaraan bahkan meluber hingga badan jalan dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Persoalan antrean bahkan sempat berujung pada keributan di SPBU Ujung Bulu, Parepare. Seorang sopir truk dan petugas keamanan SPBU terlibat perkelahian yang disebut bermula ketika petugas sedang mengatur antrean kendaraan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, sejauh mana pengawasan Pemerintah Kota Parepare, Pertamina, aparat kepolisian dan pengelola SPBU selama antrean panjang berlangsung?

Apalagi, berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang sebelumnya diterima portalinsiden.com, stok Pertalite di SPBU Kota Parepare disebut berada pada kisaran rata-rata 14–16 kiloliter (KL), sementara Solar sekitar 10–12 KL. Pertamina juga menyebut penyaluran telah ditambah sekitar 10-15 persen dari kondisi normal.

Jika pasokan tersedia dan penyaluran telah ditambah, antrean panjang yang terus berulang patut ditelusuri lebih jauh. Persoalannya tidak cukup hanya dijelaskan dari sisi ketersediaan stok, tetapi juga pola konsumsi dan distribusi di tingkat SPBU.

Di tengah kondisi tersebut, muncul dugaan adanya kendaraan yang memanfaatkan situasi dengan melakukan pengisian BBM berulang atau aktivitas pelangsiran. Dugaan ini belum dapat disimpulkan sebagai fakta sebelum ada pemeriksaan dan temuan resmi aparat.

Namun, dugaan tersebut bukan persoalan yang dapat diabaikan. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sendiri telah mengungkap adanya indikasi antrean berulang di SPBU serta praktik modifikasi tangki kendaraan untuk menambah kapasitas penampungan BBM.

Pemprov Sulsel kemudian menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/12077/DESDM tentang Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi pada SPBU.

Karena itu, apabila antrean panjang masih terjadi berulang di Parepare, publik berhak mempertanyakan apakah pengawasan di tingkat lokal sudah berjalan maksimal atau justru terdapat celah yang memungkinkan kendaraan tertentu melakukan pengisian berulang.

Seorang warga Parepare, Sofyan, mengeluhkan kurangnya perhatian instansi terkait termasuk pemerintah daerah dan polisi terkait kondisi masyarakat.

“Antrean BBM di SPBU yang berujung kemacetan di jalan sudah lama, dan belum ditangani dengan serius. Yang perlu dicari tahu kenapa antreannya terus terjadi dan apakah ada kendaraan yang mengisi berulang,” katanya, Kamis (10/9/2026).

Ia juga meminta pengawasan dilakukan hingga terhadap transaksi dan kendaraan yang masuk ke SPBU.

“Kalau memang stok katanya ada dan pasokan sudah ditambah, masyarakat tentu bertanya kenapa tetap antre panjang. Kalau ada pelangsir, tindak. Kalau memang masalahnya kuota atau distribusi, pemerintah dan Pertamina harus terbuka menjelaskannya.