UKM HERO ITH Siap Gelar Habibie Robotic Competition 2026

PORTAL — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Habibie Engineering Robotic of Organization (HERO) Institut Teknologi Habibie (ITH) Kota Parepare kembali menggelar Habibie Robotic Competition (HRC) #2 2026, kompetisi robotika tingkat nasional yang akan berlangsung pada 25-27 September 2026.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, HRC #2 mengusung tema “Spark the Purpose, Honor the Craft”. Kompetisi akan dipusatkan di Aula Kampus 2 ITH Kota Parepare dengan melibatkan peserta dari kalangan siswa SMA/SMK/MA sederajat, mahasiswa, komunitas robotika hingga masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.

HRC #2 2026 menjadi bagian dari komitmen UKM HERO ITH dalam mendorong lahirnya talenta muda di bidang sains, rekayasa, teknologi dan robotika.

Kompetisi ini dirancang tidak hanya sebagai ajang adu kemampuan merancang dan mengoperasikan robot, tetapi juga untuk melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas serta kolaborasi generasi muda melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketua Panitia HRC #2 2026, Abriel Yosua Nathanael Leskona, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dipersiapkan dengan cakupan yang lebih luas setelah pelaksanaan perdana HRC pada 2025 mendapat respons positif.

“HRC #2 hadir sebagai panggung kompetisi yang lebih besar dan berdampak bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat, mahasiswa, komunitas robotika, hingga masyarakat umum di seluruh Indonesia,” jelas Abriel.

HRC #2 2026 menghadirkan dua kategori perlombaan utama berbasis tim, yakni Robot Transporter dan Robot Sumo.

Robot Transporter akan menguji kemampuan peserta merancang robot yang memiliki akurasi, kecepatan dan efisiensi dalam memindahkan objek dari satu titik menuju titik lainnya sesuai lintasan dan aturan yang telah ditentukan.

Sementara Robot Sumo akan mempertemukan dua robot dalam satu arena. Peserta dituntut mengombinasikan ketangguhan mekanis, kemampuan teknis serta strategi untuk mendorong robot lawan keluar dari arena pertandingan.

Pembina UKM/Kegiatan, Ir. Muhammad Syafaat, S.Kom., M.Kom., menjelaskan HRC tidak diarahkan hanya sebagai kompetisi perakitan maupun pemrograman robot.

Ajang tersebut juga diharapkan menjadi ruang pengembangan teknologi yang sejalan dengan visi Prof. B.J. Habibie tentang “Teknologi untuk Kemanusiaan”.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perkembangan ekosistem robotika dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan ITH serta memperluas kolaborasi dengan pihak industri dan mitra strategis,” ungkap Muhammad Syafaat.

Penyelenggaraan HRC juga dilatarbelakangi semangat memperluas akses terhadap pendidikan dan teknologi robotika, khususnya di daerah di luar kota-kota besar. Kompetisi tersebut diharapkan ikut memperkuat literasi teknologi sekaligus membangun ekosistem inovasi di daerah.

HRC edisi perdana pada 2025 tercatat menarik sekitar 120 peserta dan menjalin kerja sama dengan 15 instansi. Capaian tersebut menjadi pijakan panitia untuk mengembangkan penyelenggaraan HRC #2 dengan skala yang lebih luas.

Panitia juga terus membuka peluang kemitraan dan sponsorship dengan perusahaan maupun instansi strategis. Kolaborasi akademisi, pemerintah dan dunia industri dinilai penting untuk memperkuat pengembangan talenta teknologi sejak dini.

Detail persiapan HRC #2 2026 turut disampaikan dalam sesi wawancara bersama Portal Insiden yang dipandu presenter Suharsih.

Wawancara menghadirkan Pembina UKM/Kegiatan Ir. Muhammad Syafaat, S.Kom., M.Kom., Ketua Panitia Abriel Yosua Nathanael Leskona, perwakilan Divisi Humas Aditya Ahmad Reinaldy, serta calon peserta kompetisi Putri Ramadhani.

Melalui penyelenggaraan HRC secara berkelanjutan, UKM HERO ITH berharap semakin banyak generasi muda tertarik mendalami robotika, rekayasa dan kecerdasan buatan.

HRC #2 juga diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, akademisi dan industri untuk berbagi pengetahuan serta membangun kolaborasi dalam pengembangan teknologi.

Dengan semangat “Spark the Purpose, Honor the Craft”, Habibie Robotic Competition #2 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Parepare sebagai salah satu ruang tumbuhnya talenta dan inovasi teknologi di Indonesia.