Junior Pesat mampu menjaga ketenangan dalam situasi penuh tekanan dan memenangkan adu penalti dengan skor 3-2.
Drama serupa kembali terjadi pada semifinal saat Junior Pesat berhadapan dengan Garuda Hitam asal Gorontalo. Pertandingan kembali berakhir 0-0 pada waktu normal.
Dalam adu penalti, mental para pemain Junior Pesat kembali diuji. Mereka akhirnya menang 4-3 dan memastikan satu tempat di partai puncak ITC Road to Malaysia 2026.
Pada pertandingan final, Junior Pesat berhadapan dengan SSB Angin Mamiri asal Makassar. Laga berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama berambisi mengangkat trofi.
Junior Pesat akhirnya mampu mencetak gol yang menentukan kemenangan. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir dan memastikan Junior Pesat tampil sebagai Juara Indonesia Timur Championship Road to Malaysia 2026.
Gelar tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi Junior Pesat untuk melanjutkan perjuangan di Malaysia pada 4-8 Desember 2026.
Kepala Desa Polewali, Adhy, mengaku bangga sekaligus terharu melihat perjuangan para pemain Junior Pesat yang mampu tampil maksimal di tengah persaingan tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
“Pastinya kami merasa bangga dan terharu. Anak-anak Junior Pesat bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik. Apalagi di turnamen ini tim-tim juara regional dari berbagai daerah di Indonesia Timur berkumpul di Sidrap. Alhamdulillah, Allah memilih Junior Pesat menjadi juara ITC,” kata Adhy.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pemain-pemain muda dari daerah mampu bersaing dan menunjukkan kualitas ketika diberikan kesempatan, pembinaan, serta dukungan yang baik.
