PORTAL — Institut Andi Sapada (IAS) Kota Parepare terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui pembenahan sistem penjaminan mutu. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Workshop Penyesuaian Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) selama dua hari, 26-27 Oktober 2026, di Auditorium Andi Sapada.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Penjaminan Mutu (BPM) IAS ini dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Andi Sapada, Prof. Dr. Bakhtiar Tijjang.
Workshop tersebut bertujuan menyelaraskan dokumen penjaminan mutu internal kampus dengan perkembangan regulasi nasional, khususnya Peraturan Menteri Nomor 39 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Nomor 10 Tahun 2026.
Untuk memperkuat pemahaman dan implementasi sistem penjaminan mutu, IAS menghadirkan Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Dr. Ahyar Yuniawan, sebagai narasumber utama.
Rektor IAS, Prof. Bakhtiar Tijjang, menegaskan bahwa perubahan regulasi pendidikan tinggi harus menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas tata kelola institusi.
“Mutu pendidikan tidak bersifat statis, melainkan dinamis mengikuti perkembangan zaman dan regulasi. Melalui penyesuaian dokumen SPMI ini, kita tidak sekadar memenuhi tuntutan administratif, tetapi sedang membangun fondasi agar tata kelola kampus berjalan konsisten, akuntabel, dan berdaya saing tinggi,” katanya, Selasa (27/10/2026).
Selama pelaksanaan workshop, peserta mendapatkan pendalaman materi mengenai perubahan regulasi, penyusunan dokumen mutu, hingga strategi penerapan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan.
Pada hari pertama, Prof. Ahyar Yuniawan memaparkan substansi perubahan regulasi serta pentingnya komitmen seluruh unsur perguruan tinggi dalam menerapkan standar mutu pendidikan.
Sementara pada hari kedua, masing-masing tim kerja mempresentasikan draf penyesuaian dokumen SPMI untuk mendapatkan evaluasi, koreksi, dan masukan langsung dari narasumber.
Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada penyempurnaan dokumen agar dapat diterapkan secara efektif di setiap unit kerja lingkungan Institut Andi Sapada.
Saat menutup kegiatan, Prof. Bakhtiar mengingatkan seluruh jajaran agar hasil workshop tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan akademik.
“Penutupan workshop ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja keras kita bersama. Saya berharap seluruh unit terkait segera merapikan dan mengimplementasikan dokumen ini, sehingga Sistem Penjaminan Mutu Internal di Institut Andi Sapada benar-benar hidup dan memberi dampak nyata bagi kemajuan institusi,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Institut Andi Sapada berharap dapat membangun budaya mutu yang semakin kuat, meningkatkan akuntabilitas tata kelola perguruan tinggi, serta memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Penguatan SPMI juga menjadi bagian dari upaya IAS meningkatkan daya saing institusi sekaligus menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan persaingan global.
