PORTAL — Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdy Gery, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak pada musim kemarau panjang tahun ini.
Rasdy menjelaskan bahwa saat ini Indonesia secara umum telah memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca panas dan kering. Meski demikian, istilah “El Nino Godzilla” yang sempat beredar tidak digunakan oleh para ahli.
Kondisi yang terjadi saat ini dikategorikan sebagai El Nino dengan intensitas low hingga moderat.
“Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sudah mulai dirasakan, termasuk di Kota Parepare. Walaupun masih terjadi hujan ringan dan cuaca mendung, tren panas dan kering mulai dominan,” ujarnya.
BPBD Parepare memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, dan secara bertahap akan berakhir memasuki periode Oktober 2026 saat musim hujan mulai datang kembali.
Menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Selain itu, warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah, terutama di area pemukiman, karena berisiko memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang.
Rasdy juga mengingatkan pentingnya penghematan penggunaan air, mengingat potensi penurunan debit air tanah selama musim kemarau.
Warga yang masih melakukan aktivitas bercocok tanam diharapkan segera menyelesaikannya sebelum puncak kemarau tiba.
“Potensi kekeringan cukup tinggi. BPBD siap membantu distribusi air bersih kepada masyarakat dengan berkoordinasi bersama Perumda PDAM Tirta Karajae,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari, seperti tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta memastikan puntung rokok benar-benar padam untuk mencegah kebakaran.
