PORTAL — Viralnya video kegaduhan yang terjadi saat kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina di Lapangan Andi Makkasau, Parepare, Senin (20/7/2026), menjadi perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, Staf Protokoler Pemerintah Kota Parepare, Ahmad Husaini, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan pihak yang merasa dirugikan atas insiden tersebut.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada khalayak maupun yang merasa dirugikan atas kegaduhan yang terjadi beberapa hari ini,” ujar Ahmad Husaini melalui video klarifikasi yang didampingi Kasubag Protokol Pemkot Parepare, Selasa (21/7/2026).
Dalam klarifikasinya, Ahmad menjelaskan kronologi kejadian terkait flare yang menjadi sorotan dalam video yang beredar di media sosial. Menurutnya, flare tersebut bukan berasal dari dirinya, melainkan dinyalakan oleh orang lain di bagian belakang area penonton.
“Setelah flare menyala, saya ambil untuk mengamankan dan membawanya ke depan karena kalau ke belakang lebih banyak orang,” jelasnya.
Ahmad mengaku tidak menyadari bahwa dalam proses membawa flare yang masih menyala tersebut ada penonton yang terkena percikan atau dampaknya.
“Saat saya membawa flare itu, saya tidak menyadari ada penonton yang terkena,” katanya.
Ia menuturkan, setelah berada di samping videotron sambil memegang flare hingga padam, dirinya tiba-tiba mendapat respons negatif dari sejumlah penonton.
“Sesampai saya di samping videotron, saya berdiri terus memegang flare itu. Setelah itu saya dilempar tiba-tiba, ditunjuk dan dimaki,” ungkap Ahmad.
Menurutnya, situasi tersebut sempat memancing emosinya. Namun, ia memilih kembali ke area yang lebih aman sambil tetap memegang flare hingga api padam.
Ahmad juga mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada seorang pria yang sempat emosi karena rekan wanitanya terkena flare.
“Saya sampaikan permohonan maaf. Saya juga sempat tersulut emosi karena dilempar, sementara saya tidak tahu awalnya apa kesalahan saya dan kenapa saya dilempar,” terangnya.
Lebih lanjut, Ahmad mengatakan dirinya turut meminta maaf atas reaksinya yang sempat terpancing emosi. Ia menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik-baik melalui komunikasi dan saling berjabat tangan.
“Saya juga minta maaf karena sempat tersulut emosi dan akhirnya kami bersalaman,” pungkasnya.
