Imunisasi MR di Parepare Sasar Dokter Umum dan Dokter Gigi Internsip

PORTAL — Pemberian Imunisasi Campak Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di Kota Parepare resmi dimulai. Sebanyak 37 peserta dokter umum internsip dan dokter gigi internsip menjadi penerima perdana vaksinasi tersebut.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor HK.02.02/C/1837/2026 tentang pemberian imunisasi Campak Rubella bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit Kementerian Kesehatan, RSU daerah, serta dokter umum dan dokter gigi di wahana internsip.

Pelaksanaan imunisasi dipusatkan di Puskesmas Madising Na Mario yang menjadi salah satu wahana dokter internsip di Parepare. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh TP PKK Kota Parepare melalui Pokja IV yang membidangi kesehatan bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Ilham Willem.

Sekretaris Pokja IV PKK Kota Parepare, Kasna, menjelaskan bahwa tenaga medis, khususnya dokter, merupakan garda terdepan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pasien sehingga memiliki risiko tinggi terpapar virus campak dan rubella.

“Dokter harus melindungi dirinya karena selain rentan tertular, tenaga kesehatan juga berpotensi menularkan kepada pasien lain, terutama bayi usia di bawah sembilan bulan yang belum mendapat imunisasi campak,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, pemberian imunisasi MR ini juga menjadi bagian penting dari upaya patient safety serta pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan.

Menurutnya, jika tenaga medis atau tenaga kesehatan tertular campak rubella, maka potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) cukup besar, mengingat penyakit campak disebabkan oleh virus yang mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh rendah.

“Sebanyak 37 orang menerima imunisasi pada tahap awal ini, terdiri dari 27 dokter umum dan 10 dokter gigi,” katanya.

Kasna berharap melalui imunisasi MR bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, cakupan kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 95 persen di fasilitas kesehatan dapat tercapai sehingga rantai penularan di layanan kesehatan bisa diputus.

“Ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam eliminasi campak rubella,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut TP PKK Kecamatan Ujung, TP PKK Kelurahan Labukkang, Mallusetasi, serta unsur pemerintah setempat.