PORTAL — Perum Bulog Kantor Cabang Parepare bersama Pemerintah Kota Parepare meluncurkan program bantuan pangan bagi masyarakat di Ruang Data Kantor Wali Kota Parepare, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten II Pemkot Parepare, Andi Ardian, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Idris, serta Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Parepare, Rahmi Mangerang. Turut hadir unsur Forkopimda, para lurah, dan jajaran Bulog.
Asisten II Pemkot Parepare, Andi Ardian, mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok.
“Bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial dan daya beli warga,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak agar penyaluran bantuan berjalan tertib, tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Perum Bulog, pemerintah daerah, hingga petugas lapangan yang telah bekerja keras memastikan bantuan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Parepare, Rahmi Mangerang, mengatakan penyaluran bantuan pangan periode Februari-Maret 2026 ditargetkan selesai pada Mei ini.
“Untuk Kota Parepare, penyaluran ditargetkan rampung dalam empat hari ke depan dan mulai disalurkan besok,” katanya.
Rahmi menjelaskan, bantuan pangan tersebut berupa beras dan minyak goreng sebagai bagian dari penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan nasional.
“Harga beras dan minyak premium yang terus naik menjadi tantangan bagi kita semua, sehingga perlu dilakukan intervensi pasar sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga stabilisasi harga,” jelasnya.
Ia juga memaparkan mekanisme penyaluran bantuan dimulai dari koordinasi dengan instansi pemerintah, pengecekan kualitas dan kuantitas bantuan, hingga proses distribusi kepada masyarakat penerima.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Parepare, Fajrin Ardinata, menambahkan data penerima bantuan berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Jika ada data penerima yang tidak sesuai atau ada warga yang lebih layak menerima, maka dapat dialihkan ke data cadangan yang telah disiapkan,” ungkapnya.
Menurutnya, penerima prioritas meliputi lansia tunggal, kepala rumah tangga perempuan miskin, disabilitas, serta keluarga miskin yang belum pernah menerima bantuan pangan beras.
Fajri juga menjelaskan, Bulog Cabang Parepare menyalurkan bantuan untuk 10.950 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di empat kecamatan selama periode Februari hingga Maret 2026.
“Total bantuan yang disalurkan mencapai 219.000 kilogram atau 219 ton beras dan 43.800 liter minyak goreng,” katanya.
Rinciannya, Kecamatan Bacukiki sebanyak 1.677 PBP, Bacukiki Barat 3.716 PBP, Soreang 3.510 PBP, dan Kecamatan Ujung sebanyak 2.047 PBP.
