KKN Unhas Hadirkan JELAJAH, Literasi Kreatif untuk Anak di Takalar

PORTAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Tahun 2026 menghadirkan program JELAJAH (Jembatan Literasi dan Aksi) Berbasis Buku Bacaan di Kabupaten Takalar.

Program kerja individu yang digagas Fauziah Nur Aini tersebut menggabungkan kegiatan membaca dengan praktik kreatif.

Anak-anak tidak hanya diajak memahami isi buku, tetapi juga menerapkan informasi yang diperoleh melalui berbagai aktivitas seperti membuat origami, menggambar, mewarnai, melukis hingga membuat karya dari clay.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Malewang, Kabupaten Takalar, Rabu (22/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Fauziah menggunakan buku bacaan berjudul “Bagaimana Pesawat Bisa Terbang?” sebagai media pembelajaran.

Setelah membaca dan membahas isi buku, anak-anak diajak mempraktikkan kreativitas dengan membuat pesawat terbang dari kertas origami. Pesawat yang telah dibuat kemudian dihias menggunakan pensil warna sesuai kreativitas masing-masing.

Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pesawat sebagai salah satu moda transportasi yang cepat dan efisien, tetapi juga dilatih untuk memahami informasi dan menerapkannya dalam kegiatan nyata.

Program JELAJAH kemudian dilanjutkan dengan kegiatan literasi berbasis kreativitas lainnya. Pada Rabu (29/7/2026), Fauziah melaksanakan kegiatan bersama siswa kelas V SDN 41 Malewang, Kecamatan Polobangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Kali ini, siswa diajak membaca dan memahami petunjuk sebelum mempraktikkan pembuatan bunga dari kertas origami. Kegiatan dirancang untuk menunjukkan bahwa membaca dapat dikombinasikan dengan aktivitas kreatif sehingga proses belajar terasa lebih menarik dan menyenangkan.

Fauziah terlebih dahulu memberikan penjelasan dan demonstrasi tahapan pembuatan bunga.

Para siswa selanjutnya mengikuti petunjuk sembari mendapatkan pendampingan apabila mengalami kesulitan saat melipat kertas maupun memahami instruksi.

Antusiasme terlihat ketika siswa berhasil menyelesaikan bunga origami dan menghias karya mereka sesuai kreativitas masing-masing.

Menurut Fauziah, pendekatan tersebut diharapkan membuat anak-anak memahami bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak membaca, memahami informasi dan petunjuk, kemudian menerapkannya secara langsung menjadi sebuah karya. Dengan begitu, kegiatan literasi dapat terasa lebih menarik dan menyenangkan,” ujar Fauziah.

Rangkaian program berbasis buku bacaan juga dilaksanakan di Perpustakaan Syakira. Pada 6 Agustus 2026, peserta mengikuti kegiatan Pembuatan Clay Berbasis Buku Bacaan.

Peserta terlebih dahulu membaca dan memahami cerita, kemudian memilih tokoh, objek, atau bagian menarik dari buku untuk diwujudkan menjadi karya tiga dimensi menggunakan clay.

Fauziah memberikan penjelasan mengenai teknik dasar pembuatan clay serta mendampingi peserta selama proses pembuatan karya. Aktivitas tersebut mendorong peserta mengekspresikan pemahaman terhadap bacaan melalui kreativitas.

Selanjutnya, pada Selasa (11/8/2026), program dilanjutkan melalui kegiatan “Melukis, Menggambar dan Mewarnai Berbasis Buku Bacaan” di Perpustakaan Syakira.

Peserta diarahkan membaca buku yang tersedia, memahami isinya, lalu memilih objek atau bagian yang menarik sebagai inspirasi untuk menggambar, melukis dan mewarnai.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas untuk menumbuhkan minat baca melalui pendekatan yang lebih interaktif.

Selain kemampuan memahami bacaan, aktivitas yang diberikan juga melatih kreativitas, konsentrasi, ketelitian, keterampilan motorik serta kepercayaan diri anak.