PORTAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler III Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) memaparkan hasil berbagai program kerja yang telah dilaksanakan di Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.
Pemaparan tersebut berlangsung dalam Seminar Hasil Program Kerja yang dirangkaikan dengan malam ramah tamah dan penutupan KKN di Aula Kantor Kelurahan Takkalasi, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan capaian sekaligus mengevaluasi berbagai program yang dijalankan selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Program kerja mahasiswa KKN Reguler III ITH disusun berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat Kelurahan Takkalasi. Kegiatannya menyentuh sejumlah sektor, mulai teknologi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, pertanian hingga kegiatan sosial.
Koordinator KKN ITH Kelurahan Takkalasi, Rezki Setiawan, mengatakan seluruh program dirancang agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah Sosialisasi Bijak Teknologi. Kegiatan literasi digital tersebut diikuti 60 siswa MTs, terdiri dari 30 perempuan dan 30 laki-laki.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara aman, bijak dan bertanggung jawab, termasuk manfaat teknologi serta dampak negatif yang dapat muncul apabila digunakan secara berlebihan maupun tidak tepat.
Pada sektor pendidikan, mahasiswa menghadirkan program DIGISTART (Pelatihan Microsoft Excel) yang diikuti 24 siswa MTs. Peserta dibekali keterampilan dasar menggunakan Microsoft Excel, mulai membuat tabel, mengolah data hingga menggunakan sejumlah rumus dasar.
Program Rumah Belajar Ceria juga dihadirkan sebagai ruang belajar bersama bagi anak-anak sekolah dasar. Mahasiswa memberikan pendampingan dalam sejumlah mata pelajaran, seperti Bahasa Inggris dan Matematika, dengan konsep pembelajaran yang lebih santai dan menyenangkan.
Selain pendidikan formal, mahasiswa menjalankan GEMA (Gerakan Mengaji Bersama). Program ini berangkat dari hasil survei yang menunjukkan sejumlah anak telah menghafal beberapa surah, namun masih membutuhkan pendampingan dalam mengenal huruf hijaiyah dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Berdasarkan hasil survei, sebagian besar anak-anak telah menghafal beberapa surah, namun masih membutuhkan pemahaman dan pengenalan huruf hijaiyah. Melalui kegiatan ini, kami memberikan pendampingan secara rutin untuk membantu anak-anak mengenal huruf hijaiyah dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an,” kata Rezki.
Di bidang kesehatan dan sosial, mahasiswa menjalankan GEMOY (Gerakan Motivation Hidup Healthy) yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat.
Salah satu kegiatannya berupa senam bersama yang dilaksanakan sebelum perlombaan Semarak Kemerdekaan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat interaksi dan kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat.
Mahasiswa juga ikut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui program Semarak Kemerdekaan. Berbagai perlombaan digelar di lingkungan Pacciro, mulai estafet tepung, makan kerupuk, paku botol hingga sarung voli.
Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk terbangunnya kebersamaan, semangat gotong royong dan interaksi sosial selama mahasiswa menjalankan KKN.
Tak hanya menyasar pendidikan dan sosial, mahasiswa KKN ITH juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Digitalisasi UMKM.
Program tersebut berangkat dari temuan bahwa masih terdapat pelaku UMKM yang belum memahami cara mendaftarkan lokasi usahanya di Google Maps maupun menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital.
Mahasiswa kemudian memberikan pendampingan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dan pembuatan QRIS. Langkah tersebut diharapkan membuat usaha masyarakat lebih mudah ditemukan calon pelanggan sekaligus memberikan pilihan transaksi secara digital.
Sementara di sektor lingkungan, mahasiswa menggelar Aksi Bersih-Bersih Pantai melalui kolaborasi bersama Gappembar dan Unismuh. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Program lingkungan lainnya adalah SAJAK (Sampah Jadi Karya). Melalui kegiatan tersebut, sampah berupa tutup botol dimanfaatkan dan diolah menjadi gantungan kunci yang memiliki nilai guna.
Selain melatih kreativitas, program itu diharapkan membangun kesadaran bahwa sampah tertentu masih dapat didaur ulang menjadi produk bermanfaat sehingga tidak langsung berakhir sebagai limbah.
Pemanfaatan teknologi juga diterapkan mahasiswa melalui Perancangan Website Kelurahan Takkalasi.
Website tersebut dirancang menjadi media informasi dan pelayanan digital untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai program pemerintah kelurahan, aktivitas, kegiatan hingga berbagai layanan yang tersedia.
Kehadiran website diharapkan membuat penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi lebih mudah, cepat dan terstruktur.
Sementara di bidang pertanian, mahasiswa menghadirkan inovasi SIRAM PINTAR (Sistem Irigasi Ramah dan Pintar).
Program tersebut dibuat untuk membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sebelumnya melakukan penyiraman tanaman secara manual. Sistem penyiraman berbasis jaringan pipa dirancang agar distribusi air ke tanaman lebih terarah sekaligus menghemat waktu dan tenaga.
Mahasiswa juga membuat bak sampah sebagai upaya menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang lebih mudah dijangkau masyarakat, khususnya pada area jalan. Fasilitas tersebut diharapkan ikut mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan dan mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman.
Rezki mengatakan seminar hasil tidak sekadar menjadi ajang memaparkan kegiatan yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap seluruh program selama KKN berlangsung.
“Melalui Seminar Hasil Program Kuliah Kerja Nyata ini, kami mahasiswa tidak hanya menyampaikan capaian dari setiap kegiatan, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program serta melihat manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat,” ujar Rezki pada malam ramah tamah dan penutupan KKN.
Ia berharap sejumlah program yang telah dijalankan tidak berhenti seiring berakhirnya masa KKN, tetapi dapat dilanjutkan dan dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Takkalasi.
Dengan berbagai program di sektor teknologi, pendidikan, ekonomi, pertanian, kesehatan, lingkungan dan sosial tersebut, Rezki bersama mahasiswa KKN Reguler III ITH berharap kontribusi mereka dapat meninggalkan manfaat sekaligus pengetahuan yang dapat terus dikembangkan masyarakat.
Malam ramah tamah sekaligus penutupan tersebut menjadi akhir dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN Reguler III ITH di Kelurahan Takkalasi, sekaligus menandai berakhirnya kebersamaan mahasiswa dengan masyarakat setelah menjalankan berbagai program berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
