PORTAL — Cuaca buruk yang melanda Kota Parepare di musim penghujan berdampak langsung pada pasokan ikan di pasaran. Sejumlah nelayan memilih tidak melaut, sementara pedagang kecil terpaksa menanggung lonjakan harga akibat minimnya stok.
Salah seorang pedagang ikan di kawasan Jalan Mattirotasi, Hasan, mengeluhkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan pasokan ikan saat ini jauh berkurang dibanding hari-hari biasa.
“Sekarang ikan kurang. Kebanyakan yang masuk itu dari luar daerah, ada yang dari Gorontalo,” ujarnya.
Menurut Hasan, banyak nelayan lokal untuk sementara waktu tidak melaut karena faktor cuaca. Sebagian di antaranya bahkan memilih mencari lokasi tangkap yang lebih aman.
“Rata-rata nelayan sekarang ke Kendari, karena cuaca di sana lebih kondusif. Mungkin nanti bulan empat baru bisa kembali beraktivitas normal di sini,” tambahnya.
Minimnya pasokan membuat harga ikan melonjak signifikan. Jika sebelumnya pedagang mengambil ikan layang dengan harga sekitar Rp800 ribu per dos, kini harganya naik menjadi Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta per dos, atau naik sekitar Rp500 ribu.
Akibatnya, harga jual ke masyarakat ikut terdongkrak. Untuk ikan layang, pedagang kini mematok harga sekitar Rp40 ribu per kilogram.
Terpisah, seorang nelayan, Bahar, mengaku cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir membuat aktivitas melaut sangat berisiko. Gelombang tinggi dan angin kencang kerap terjadi secara tiba-tiba, sehingga keselamatan menjadi pertimbangan utama.
“Kami terpaksa tidak melaut dulu. Daripada ambil risiko di laut, lebih baik menunggu cuaca membaik. Kalau kondisi sudah aman, pasti kami kembali cari ikan seperti biasa,” ujarnya.
