Sosialisasi Hak Warga Binaan, Karutan Barru Tekankan Peran Pemasyarakatan dalam KUHP Baru

PORTAL — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Barru menggelar kegiatan sosialisasi pemenuhan hak warga binaan dalam bidang pembimbingan pemasyarakatan, yang berlangsung di Aula Sipakalebbi Rutan Barru, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Rutan Barru, Hardiman, dan dihadiri oleh pejabat struktural serta warga binaan. Dalam sambutannya, Hardiman memaparkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan di lingkungan Rutan Barru sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

“Pembinaan yang kami laksanakan bertujuan untuk memastikan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Sosialisasi ini menghadirkan Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Ashari, sebagai narasumber utama.

Ia menjelaskan secara rinci terkait hak-hak warga binaan pemasyarakatan, termasuk peran strategis pemasyarakatan dalam implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mulai berlaku tahun ini.

Ashari juga menguraikan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang mencakup seluruh tahapan proses hukum, mulai dari pra ajudikasi hingga post ajudikasi. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan pendekatan keadilan yang lebih humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Selain itu, Nurul Fauziah dan Andri Herfiandi dari Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan turut memberikan pemaparan terkait hak warga binaan dalam proses penelitian kemasyarakatan (litmas).

Pemateri juga menjelaskan mekanisme pembimbingan selama proses reintegrasi, serta konsekuensi berupa pencabutan hak integrasi apabila klien melanggar syarat umum maupun syarat khusus.

“Kita berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai hak dan kewajiban mereka, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung sistem peradilan yang lebih berkeadilan dan berorientasi pada pemulihan,” tutupnya.