PORTAL — Tim Penggerak PKK melalui Pokja IV bekerjasama dengan Kepala Puskesmas Lemoe menggelar kegiatan Pemberdayaan Kader Terintegrasi Layanan Primer di Baruga Peduli Kecamatan Bacukiki, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu dan kader dasawisma sebagai ujung tombak pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus agen perubahan di masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Parepare yang diwakili Sekretaris Pokja IV, Kasna, menyampaikan apresiasi atas capaian partisipasi masyarakat ke posyandu yang mencapai 92 persen. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi di antara seluruh posyandu yang ada.
Menurutnya, capaian itu tidak terlepas dari kerja keras kader posyandu dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, Babinsa hingga tokoh masyarakat.
“Besar harapan angka ini dapat terus ditingkatkan melalui pendataan dan pengolahan data yang baik, sehingga perencanaan pencegahan stunting dan isu kesehatan lainnya dapat berjalan maksimal menuju Zero Stunting 2029 di Kelurahan Lemoe,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Koramil Bacukiki, Kepala Bidang Promosi, Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Lurah Lemoe, Lurah Wattang Bacukiki, Sekretaris PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Lemoe dan Bacukiki, serta tokoh masyarakat.
Sebanyak 40 kader dari wilayah kerja Puskesmas Lemoe mengikuti kegiatan tersebut. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengolahan data oleh PKK Kelurahan melalui Sistem Informasi Manajemen PKK atau SIM PKK.
Kegiatan yang dibuka Sekretaris Kecamatan Bacukiki mewakili Camat Bacukiki itu juga difokuskan pada penguatan peran kader posyandu dalam mendukung pelayanan posyandu terintegrasi layanan primer.
Sebelumnya, kader melakukan pengumpulan data keluarga dengan menyasar kelompok terkecil atau dasawisma agar pendataan lebih efektif. Setiap kader bertugas mendata sekitar 20 hingga 40 kepala keluarga.
