PANGKEP – Ketua Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Pangkep, Hj. Hasrawati, melaksanakan silaturahmi dengan petani tanaman nilam di Kampung Kalajong, Desa Bonto Birao, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Kamis (2/7/2026) pukul 13.00 WITA.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung perkembangan sektor pertanian, khususnya budidaya tanaman nilam di wilayah pegunungan Tondong Tallasa.
Dalam kunjungan itu, Hj. Hasrawati mendatangi kediaman sekaligus kebun milik petani tanaman nilam, Sangkala Dg Nimbang, untuk berdialog mengenai proses budidaya tanaman nilam.
Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Keduanya berdiskusi mengenai proses penanaman, perawatan, masa panen, hingga pemasaran hasil produksi nilam.
Hj. Hasrawati juga menanyakan masa panen tanaman nilam serta potensi ekonomi yang dapat diperoleh petani dari komoditas tersebut.
Menjawab pertanyaan itu, Sangkala Dg Nimbang menjelaskan bahwa tanaman nilam dapat dipanen sebanyak tiga kali dalam satu siklus produksi.
Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur sekitar lima bulan sejak ditanam, sedangkan panen kedua dan ketiga dilakukan masing-masing dengan jeda sekitar tiga bulan.
Ia menambahkan, bagian tanaman yang dipanen adalah daun dan batang nilam yang kemudian dikeringkan sebelum memasuki proses penyulingan.
Melalui proses penyulingan tersebut dihasilkan minyak nilam atau patchouli oil yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Menurut Sangkala Dg Nimbang, harga minyak nilam berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp2,5 juta per kilogram, bergantung pada kualitas minyak dan kondisi pasar.
Ia menjelaskan, minyak nilam memiliki banyak manfaat sebagai bahan baku industri parfum, kosmetik, sabun, aromaterapi, produk perawatan kulit, hingga berbagai produk kesehatan.
Tanaman nilam merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia dengan permintaan yang cukup tinggi di pasar internasional.
Budidaya nilam dinilai memiliki prospek yang menjanjikan karena dapat dipanen beberapa kali dengan harga jual yang relatif tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani.
Kondisi tanah yang subur serta iklim yang sejuk di wilayah pegunungan Kecamatan Tondong Tallasa juga dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman nilam sehingga memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
Hj. Hasrawati mengapresiasi semangat para petani yang terus membudidayakan nilam sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Ia berharap komoditas tersebut mendapat perhatian lebih agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui silaturahmi ini, Hj. Hasrawati berharap budidaya tanaman nilam di Kabupaten Pangkep terus berkembang, memiliki nilai tambah yang tinggi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya di Kecamatan Tondong Tallasa.
(Hasra)
