PORTAL — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah daerah sebagai narasumber dalam Rapat Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Jaringan Irigasi Air Tanah yang diselenggarakan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone di Hotel Novena, Watampone, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong modernisasi pengelolaan irigasi. Forum ini turut dihadiri Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, petugas operasi daerah irigasi, pengurus P3A/GP3A, serta Sekretariat Komisi Irigasi Kabupaten Bone.
Dalam kesempatan itu, Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas yang terdiri atas Fadel Muhammad S., Nur Ichsan, Rifqi Alan Maulana, dan Nyoman Adi Mas Saputra memaparkan inovasi Uwai Tuo Mannennungeng, teknologi irigasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air pada lahan pertanian.
Selain memperkenalkan teknologi, forum juga menghadirkan Dosen Pendamping Program Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., yang membawakan materi tentang community development. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mempertahankan manfaat inovasi secara berkelanjutan.
“Teknologi saja tidak cukup. Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat mampu mengelola dan memelihara teknologi secara mandiri. Karena itu, penguatan kapasitas kelompok tani dan local hero menjadi kunci utama. Kami tidak hanya ingin meninggalkan alat, tetapi juga meninggalkan kemampuan dan kemandirian,” ujar Muh. Adnan Kasogi.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Dinas SDABK Kabupaten Bone kepada tim mahasiswa untuk berbagi pengalaman dalam forum strategis pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas SDABK Kabupaten Bone kepada kami. Ini adalah bukti bahwa program pemberdayaan mahasiswa mampu bersinergi dengan program strategis pemerintah daerah. Teknologi Uwai Tuo Mannennungeng yang kami perkenalkan adalah bagian dari program Smart Hydro Loop yang bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas pertanian,” katanya.
Paparan inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Dinas SDABK Kabupaten Bone. Kepala Bidang Sumber Daya Air, Sutamin, S.Si., M.Si., menilai teknologi yang dikembangkan mahasiswa Unhas memiliki potensi besar dalam mendukung efektivitas pengelolaan irigasi di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa Unhas yang telah menghadirkan teknologi Uwai Tuo Mannennungeng. Inovasi ini sangat sejalan dengan upaya kami dalam menjaga keandalan jaringan irigasi dan efisiensi air di Kabupaten Bone,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., menilai mahasiswa telah menunjukkan bahwa perguruan tinggi mampu menghasilkan inovasi yang siap diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kami melihat keseriusan dan kompetensi yang ditunjukkan oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas. Mereka tidak hanya membawa ide, tetapi juga solusi teknologi yang siap diterapkan. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Unhas mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan pertanian,” tegasnya.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyebut kepercayaan yang diberikan kepada tim menjadi pencapaian penting bagi organisasi sekaligus membuktikan bahwa karya mahasiswa memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat bangga karena tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas dipercaya sebagai narasumber di forum strategis pemerintah daerah. Ini membuktikan bahwa kapasitas dan inovasi mahasiswa diakui dan dihargai. Kami berharap ini menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih erat antara mahasiswa dan pemerintah daerah ke depan,” katanya.
Konsep community development yang diusung dalam Program Mannennungeng juga diwujudkan melalui pelibatan Burhanuddin, S.P., Ketua Kelompok Tani Mabbiri’ sekaligus Ketua P4S Lamellong, sebagai local hero. Ia berperan dalam memperkuat pendampingan kepada petani dan memastikan inovasi yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan setelah program berakhir.
“Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari program ini. Ilmu dan teknologi yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa sangat bermanfaat bagi kami para petani. Kami tidak hanya mendapatkan alat, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan yang berkelanjutan. Saya berkomitmen untuk terus menggerakkan kelompok tani agar program ini tetap berjalan meskipun mahasiswa sudah selesai mengabdi,” ujar Burhanuddin.
Melalui forum ini, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat kembali diperkuat. Kehadiran mahasiswa sebagai narasumber tidak hanya mencerminkan pengakuan atas kualitas inovasi yang mereka hasilkan, tetapi juga menunjukkan pentingnya pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Program Mannennungeng diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang menghubungkan inovasi akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.
