Bhayangkara Offroad Merdeka, 400 Kendaraan Jelajahi Sulsel

PORTAL — Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V Tahun 2026 resmi dimulai dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (28/8/2026).

Sekitar 400 kendaraan dari jajaran kepolisian dan komunitas otomotif ambil bagian dalam petualangan lintas daerah yang berakhir di Kota Parepare.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, mengambil rute Makassar, Barru, Sidrap hingga Parepare. Event ini merupakan kolaborasi Polda Sulsel bersama Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengda Sulsel, pemerintah daerah, serta komunitas otomotif.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro secara resmi membuka Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V.

Menurut Djuhandhani, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang petualangan otomotif, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian daerah yang dilalui peserta.

“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang sudah lima kali kita laksanakan. Kita berharap kegiatan-kegiatan ini bisa menjadi sumbangsih bagi pembangunan di Sulawesi Selatan,” kata Djuhandhani.

Ia mengatakan penyelenggaraan Bhayangkara Offroad Merdeka tahun ini juga membawa semangat Hari Bhayangkara ke-81 dan peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Sulsel ingin memperkuat persatuan, kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Selain menjelajahi medan offroad, event tersebut diharapkan ikut mempromosikan destinasi wisata di daerah yang dilalui. Kehadiran ratusan peserta juga dinilai dapat memberi dampak terhadap UMKM dan perputaran ekonomi lokal.

“Jadikan event ini sebagai wujud semangat kemerdekaan, merawat persatuan, memperkuat kepedulian, dan menebar manfaat bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Di hadapan peserta, Djuhandhani memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan. Kendaraan diminta dipastikan dalam kondisi layak, sementara peserta wajib menggunakan perlengkapan sesuai standar serta mengikuti instruksi panitia ketika menghadapi medan berat.

Peserta juga diminta tetap tertib ketika berada di jalan umum dan tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai alasan mengabaikan aturan lalu lintas.

“Jadilah duta keselamatan di jalan. Taati rambu-rambu lalu lintas, hormati pengguna jalan lain, dan edukasi dengan keteladanan,” pesannya.

Kapolda turut mengapresiasi Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel, IOF Pengda Sulsel, Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkot Parepare, Pemkab Barru, Pemkab Sidrap, jajaran kepolisian, sponsor hingga media yang mendukung penyelenggaraan kegiatan.

“Selamat bertualang, jaga keselamatan, junjung tinggi sportivitas, pererat persaudaraan, dan tebarkan kebaikan di mana pun kita melintas,” kata Djuhandhani sebelum melepas peserta.

Suasana pelepasan peserta semakin semarak ketika Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan sambutan dengan suasana santai dan penuh keakraban.

Andi Sudirman sempat melontarkan gurauan kepada Kapolda Sulsel dan sejumlah kepala daerah yang wilayahnya menjadi lintasan peserta. Suasana semakin cair ketika Gubernur secara spontan menyerahkan sekaligus memasangkan jaket miliknya kepada Kapolda di atas panggung.

Tak hanya itu, Andi Sudirman juga menyumbangkan dua unit sepeda motor sebagai hadiah bagi peserta. Ia kemudian menggelar kuis singkat dengan hadiah langsung, termasuk kepada off-roader yang datang dari lokasi terjauh, yakni Surabaya.

Di balik suasana penuh keakraban tersebut, Gubernur menekankan keselamatan sebagai prioritas utama. Menurutnya, peserta tidak perlu terburu-buru hingga mengabaikan keselamatan.

Para off-roader juga diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dalam tertib berlalu lintas selama perjalanan menuju lokasi tujuan.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, turut menghadiri pembukaan dan pelepasan peserta di SPN Batua Polda Sulsel.

Tasming menyambut positif penyelenggaraan Bhayangkara Offroad Merdeka karena menjadi salah satu bentuk sinergitas antara Polri, pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota.

Terlebih, Parepare menjadi titik akhir perjalanan ratusan peserta setelah melintasi sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Menurut Tasming, kegiatan yang menjangkau kawasan hingga pelosok tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan pelestarian lingkungan kepada masyarakat.

Salah satunya edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau.

“Peserta dapat membawa pesan mengenai pentingnya mencegah pembalakan liar dan menjaga kawasan yang dilewati selama perjalanan,” ujarnya.

Berdasarkan timeline kegiatan yang dilampirkan panitia, sebelum pelepasan peserta telah dilaksanakan pengambilan atribut, pemeriksaan atau scrutineering kendaraan serta technical meeting di SPN Batua.

Pada hari pertama, rombongan bergerak menuju Barru dan dijadwalkan menyelesaikan perjalanan di camping ground Lappa Laona. Agenda malam kemudian diisi hiburan bagi peserta.

Perjalanan hari kedua dilanjutkan dari Lappa Laona dengan sejumlah lintasan extreme sebelum peserta menuju camping ground di kawasan wisata Bila, Sidrap.

Pada hari terakhir, Minggu (30/8/2026), peserta bergerak dari Sidrap, menjalani lintasan extreme terakhir, kemudian dijadwalkan finis di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare. Lokasi tersebut juga menjadi pusat rangkaian penutupan dan pengundian hadiah.

Dengan rute lintas kabupaten dan kota tersebut, Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V bukan sekadar menguji kendaraan dan kemampuan para off-roader menghadapi medan menantang.

Event ini sekaligus membawa misi mempererat persaudaraan, menggerakkan ekonomi lokal, mempromosikan destinasi wisata serta menyampaikan pesan keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan.