Pergaulan Bebas Berujung KDRT, Keadilan Restoratif Satukan Kembali Keluarga

PORTAL — Air mata haru mengiringi pertemuan antara ibu dan anak di Rumah Restorative Justice kawasan Taman Mattirotasi, Parepare, Senin (05/05/2025).

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan NK (20) terhadap ibunya HJ akhirnya menemukan titik terang melalui pendekatan keadilan restoratif yang difasilitasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare.

“Saya ikhlas memaafkan anak saya,” ucap HJ, dengan suara bergetar. Pernyataan sang ibu membuat suasana pertemuan semakin hening dan penuh makna.

Kajari Parepare, Abdillah, yang memimpin langsung proses mediasi ini menjelaskan bahwa kasus KDRT ini bermula dari pergaulan bebas NK yang berdampak buruk pada kehidupan rumah tangganya.

“Ini adalah upaya untuk mengembalikan keharmonisan keluarga,” ungkap Abdillah didampingi Kasi Pidum Baso Sutrianti dan Jaksa Penuntut Umum A. Muh. Wiranto.

“Kami ingin memastikan bahwa anak tersebut menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan kekerasan terhadap ibunya lagi,” tegasnya.

Proses ini lebih menekankan pada pemulihan hubungan, pertanggungjawaban, dan rekonsiliasi antara pelaku, korban, dan masyarakat.

“Kami berharap kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi NK untuk lebih menghormati dan berbakti kepada orang tuanya,” tutup Kajari Parepare.

Momen paling mengharukan terjadi ketika MS, nenek NK, dengan penuh kasih sayang menawarkan solusi dengan bersedia menampung cucunya untuk dibina kembali.

“Anak ini sebenarnya segan sama saya. Saya akan pantau pergaulannya dan bimbing dia ke jalan yang benar,” ujar MS dengan tatapan penuh harap.

Keputusan ini disambut baik oleh semua pihak yang hadir, termasuk Camat Bacukiki Barat Ardiyansyah dan Kanit PPA Polres Parepare.

Pendekatan restorative justice yang dipilih Kejaksaan Negeri Parepare dalam kasus ini menjadi bukti nyata bahwa hukum tidak selalu harus berakhir di balik jeruji besi, terutama dalam konflik keluarga.

Pertemuan tersebut ditutup dengan jabat tangan dan pelukan hangat antara ibu dan anak, menandai awal baru bagi keluarga yang sempat dilanda konflik ini.