PORTAL — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, kondisi ekonomi dan inflasi di Kota Parepare dipastikan tetap stabil.
Pemerintah Kota Parepare melalui Bagian Ekonomi Setdako terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok, ketersediaan barang, hingga daya beli masyarakat.
Kabag Ekonomi Setdako Parepare, Prasetyo Catur, mengatakan indikator ekonomi daerah masih dalam kondisi aman dan terkendali. Menurutnya, tidak ditemukan adanya kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang signifikan di pasaran.
“Indikator inflasi, ketersediaan barang, dan daya beli masyarakat masih stabil. Artinya tidak ada kelangkaan barang maupun lonjakan harga,” ujar Prasetyo.
Ia menjelaskan, pihaknya juga menerapkan sistem peringatan dini apabila terjadi kenaikan harga atau gangguan pasokan di lapangan. Koordinasi lintas instansi langsung dilakukan untuk mengantisipasi dampak inflasi.
“Sesuai petunjuk dan arahan pimpinan, kita buat peringatan dini. Jika ada informasi kenaikan atau kelangkaan maka segera dilakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya,” katanya.
Selain itu, Bagian Ekonomi juga aktif melakukan analisa terhadap laporan dari organisasi perangkat daerah (SKPD). Hasil analisa tersebut kemudian menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi penanganan maupun solusi pengendalian harga.
“Jika ada laporan dari SKPD terkait, tim bagian ekonomi melakukan analisa kemudian memberikan saran atau solusi bagaimana penanganannya,” tambahnya.
Pemkot Parepare juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) guna memantau perkembangan kondisi ekonomi dan inflasi daerah secara berkala.
Diketahui, BPS mencatat angka inflasi Kota Parepare menjadi yang terendah di Sulawesi Selatan. Inflasi yang terkendali dinilai dipengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan barang pasca Lebaran.
Secara kumulatif, inflasi tahun kalender Parepare hingga April 2026 berada di angka 1,54 persen. Angka tersebut menjadikan Parepare sebagai daerah dengan tingkat inflasi paling terkendali di Sulsel.
Sementara itu, inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Kota Parepare tercatat berada di angka 2,18 persen.
Berdasarkan analisa harga kebutuhan pokok periode 22–30 April 2026, sebanyak 12 dari 14 komoditas strategis di Parepare masih relatif stabil. Komoditas seperti beras, daging sapi, daging ayam, ikan, dan minyak goreng tidak mengalami gejolak harga.
Hanya dua komoditas yang mengalami kenaikan, yakni cabai merah keriting sebesar 10,4 persen dan tomat sebesar 6,3 persen. Namun kondisi inflasi secara umum masih berada pada kategori low pressure atau tekanan rendah.
