PORTAL — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Barru terus menghadirkan inovasi pembinaan bagi warga binaan melalui berbagai program keterampilan produktif.
Program tersebut dihadirkan sebagai upaya membekali warga binaan dengan kemampuan kerja dan jiwa kewirausahaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Barru, Hardiman mengatakan, pihaknya menghadirkan sejumlah unit usaha produktif di dalam rutan, mulai dari warung kopi (warkop), barbershop, budidaya ikan, hingga ternak ayam.
“Program ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga melatih kemandirian dan jiwa wirausaha warga binaan,” ujar Hardiman.
Selain itu, warga binaan juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kerajinan tangan seperti pembuatan kursi kayu, paving blok, hingga fasilitas pencucian mobil yang memiliki nilai ekonomis.
“Melalui berbagai inovasi ini, kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bermanfaat,” jelasnya.
Hardiman menambahkan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan agar nantinya mampu membuka usaha sendiri setelah bebas.
“Begitu juga dengan kerajinan tangan seperti pembuatan kursi kayu, paving blok menggunakan material FABA, dan fasilitas pencucian mobil, kami dorong agar menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Saat ini jumlah penghuni Rutan Barru mencapai 256 orang dan sekitar 25 persen di antaranya telah diberdayakan dalam berbagai program kerja dan pelatihan keterampilan.
Program pembinaan tersebut juga didukung pelatihan khusus melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Penempatan warga binaan dalam program kerja pun disesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan masing-masing.
Untuk pemasaran hasil produksi, pihak rutan mulai menggencarkan promosi melalui media sosial, mitra kerja, hingga dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya.
Tak hanya fokus pada keterampilan kerja, Rutan Barru juga aktif menjalankan pembinaan kerohanian. Saat ini terdapat sekitar 20 warga binaan yang mengikuti program tahfiz Al-Qur’an.
Bahkan, sejumlah warga binaan berhasil meraih prestasi pada ajang Musabaqah tingkat kabupaten hingga nasional.
Sementara itu, salah seorang warga binaan, Amri mengaku telah mengikuti kegiatan kerajinan mebel selama lebih dari dua tahun di dalam rutan.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sembilan warga binaan yang aktif membuat berbagai produk furniture seperti kursi, meja, lemari, hingga kerajinan lainnya.
“Yang dibuat kursi, meja, lemari, dan berbagai kerajinan lainnya. Hasilnya dipasarkan ke luar, ada yang dijual di toko maupun langsung ke masyarakat,” katanya.
Menurut Amri, sejumlah produk yang telah terjual di antaranya paket kursi tamu, kursi teras, meja hias, hingga lemari pakaian dua dan tiga pintu dengan harga yang disesuaikan kebutuhan masyarakat dan harga pasaran.
