Bupati Pangkep Hadiri Haflah Takhaurruj Ponpes Asshirathal Mustaqim, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berintegritas

 

Pangkep – Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Muhammad Yusran Lalogau menghadiri kegiatan penamatan dan pelepasan atau Haflah Takhaurruj Ath-Thalabah lingkup Pondok Pesantren Asshirathal Mustaqim DDI Baru-Baru Tangnga Tahun Ajaran 2025-2026 yang berlangsung di aula pertemuan besar madrasah, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tagline “Reaktualisasi Tradisi Keilmuan Pesantren Dalam Membangun Kematangan Intelektual dan Integritas Santri” tersebut melepas sebanyak 169 santriawan dan santriwati dari jenjang PAUD, MI, MTs dan MA secara semarak, megah dan khidmat.

Acara turut dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi serta penampilan hiburan dan kreasi dari para siswa bersama kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan keluarga besar pondok pesantren.

Selain Bupati Pangkep, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep Dr. H. Ramli Rasyid, S.Ag., M.Pd.I., M.Ed., Pimpinan Ponpes Asmus DDI BBT Drs. KH. Hijruddin Mujahid, Sekretaris Yayasan Ponpes Asmus DDI BBT Drs. Muh. Basir, M.A., Komisioner KPU Syaiful Munib, Camat Pangkajene, Kapolsek, Danramil Minasatene atau mewakili, pemerintah setempat, pengurus majelis madrasah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Pangkep menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, panitia dan keluarga besar Ponpes Asshirathal Mustaqim DDI Baru-Baru Tangnga atas sinergi dalam membangun sumber daya manusia unggul di Kabupaten Pangkep.

“Pemerintah mengapresiasi ustaz, ustadzah dan para pendidik atas keikhlasan, kesabaran dan dedikasi mereka dalam mendidik santri serta menanamkan akhlak untuk membentengi generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan selamat kepada para santriwan dan santriwati yang telah lulus. Menurutnya, kelulusan tersebut merupakan bukti ketekunan dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Kelulusan ini adalah awal pengamalan ilmu. Jagalah nama baik almamater, pegang teguh Al-Qur’an dan Sunnah serta berbaktilah kepada orang tua dan guru,” pesannya.

MYL juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan agar Pondok Pesantren Asshirathal Mustaqim DDI Baru-Baru Tangnga senantiasa diberkahi Allah SWT dan konsisten melahirkan generasi Qurani yang unggul, cerdas dan berintegritas.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan M. Basir memberikan apresiasi kepada para santri yang berhasil menamatkan hafalan hingga 30 juz dan mampu membaca kitab gundul sebagai bukti keberhasilan pembinaan pesantren.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep H. Ramli Rasyid menegaskan pentingnya pendidikan agama dan kemuliaan para penghafal Al-Qur’an.

“Anak-anak yang belajar di madrasah dan pondok pesantren Insya Allah akan membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungannya,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa menjaga nama baik madrasah dan pesantren serta terus berbakti kepada kedua orang tua demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

(Hasra)