PORTAL — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa tugas personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merupakan tugas yang sangat mulia karena berada di garis terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana.
Pernyataan itu disampaikan Tasming saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kemampuan Manajerial Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Parepare yang berlangsung di Markas BPBD Parepare, Sabtu (1/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Tasming didampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Parepare.
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut bertujuan membentuk TRC yang tangguh dan responsif dalam penanggulangan bencana sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.
“Tentu tugas itu sangat mulia,” ujar Tasming Hamid.
Menurut Tasming, menjadi bagian dari Tim Reaksi Cepat bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain dituntut bekerja tanpa mengenal waktu dan tempat, para personel juga kerap menghadapi risiko tinggi saat menjalankan tugas di lapangan.
“Bahkan nyawa pun menjadi taruhannya ketika berada di lapangan. Mereka tidak mengenal waktu dan tempat, namun tetap dituntut menjalankan tugas dengan baik dan tepat,” katanya.
Tasming mengaku yakin seluruh personel TRC memiliki niat yang tulus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan saat terjadi bencana.
“Saya yakin dan percaya personel TRC memiliki niat yang lurus untuk membantu masyarakat. Mudah-mudahan itu menjadi amal jariah untuk kita semua,” ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Kota Parepare, Tasming juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kota Parepare atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai pelatihan peningkatan kapasitas tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Tasming menegaskan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan tanpa diduga. Karena itu, keberadaan TRC sebagai garda terdepan harus didukung kesiapan fisik, kemampuan teknis, kecakapan manajerial, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.
“Kecepatan harus selalu diiringi dengan ketepatan, koordinasi, dan keselamatan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan menjadikan setiap materi, simulasi, serta pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Profesionalisme aparatur tidak hanya diukur dari kemampuan bekerja, tetapi juga dari kesiapan hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” tutup Tasming Hamid.
