PORTAL –- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program GEMAS (Generasi Emas Memilah Sampah) di SD 71 Kassi-Kassi dan SD 54 Binamungan, Kabupaten Bantaeng, Selasa (21/7).
Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dasar melalui edukasi pemilahan sampah serta penyediaan tempat sampah terpilah. Program tersebut juga menjadi upaya menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini kepada para siswa.
Penanggung jawab program, Intan Nuraini Sahab, bersama tim KKN-T 116 Desa Kayu Loe yang terdiri atas Lusi Cantika, Dea Pramudita, Sitti Mutmainnah Makuaseng, Farhan Royani, Farhan Rafael, dan Muhammad Faiz Ahmadi, memberikan materi mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah organik dan anorganik, serta cara memilah sampah dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya menerima materi, para siswa juga diajak mengikuti sesi interaktif dan praktik langsung memilah sampah menggunakan tempat sampah terpilah berwarna hijau dan merah.
“Kami melihat langsung bahwa sampah di sekitar sekolah masih belum dikelola dengan baik. Minimnya pengetahuan dan fasilitas membuat anak-anak kesulitan memilah sampah. Melalui GEMAS, kami ingin anak-anak memahami bahwa langkah kecil seperti memilah sampah bisa memberi dampak besar bagi bumi,” ujar Intan Nuraini Sahab.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Guru SD 71 Kassi-Kassi, Hanafi S.Pd, menilai edukasi pengelolaan sampah sangat penting untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan.
“Anak-anak di sini belum terbiasa memilah sampah. Kegiatan GEMAS ini sangat membantu menanamkan kesadaran sejak dini. Kami berharap program ini berkelanjutan, tidak hanya hari ini,” kata Hanafi.
Selain edukasi, mahasiswa KKN-T 116 Unhas juga menyerahkan tempat sampah terpilah sebagai sarana pendukung agar siswa dapat mempraktikkan langsung kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah.
Melalui program GEMAS, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dari tingkat sekolah dasar.
“Pilah sampah kecil, selamatkan bumi besar!” tutup Intan.
