Yasinan Rutin Jadi Terapi Jiwa bagi Warga Binaan Lapas Parepare

PORTAL — Setiap malam Jumat, lantunan ayat suci Yasin bergema di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare.

Kegiatan yasinan rutin ini menjadi oase spiritual bagi puluhan warga binaan dan petugas yang tengah menjalani hari-hari di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan.

Kepala Lapas Parepare, Marten, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Bimnadik), Zainal, mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan ini diikuti oleh sekitar 60 jemaah yang terdiri dari warga binaan dan pegawai Lapas.

“Tujuan utamanya adalah memberikan ketenangan jiwa, baik bagi mereka yang mengikuti yasinan secara langsung maupun yang berada di dalam kamar masing-masing,” ujar Zainal, Jumat (10/10/2025).

Zainal menjelaskan, kegiatan yasinan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan semata. Program pembinaan rohani ini memiliki tujuan yang lebih dalam, yakni menciptakan suasana kondusif di lingkungan Lapas dan mencegah potensi keributan atau kerusuhan.

“Dengan pembinaan rohani yang intensif, kami berharap Lapas Parepare jauh dari keributan dan kerusuhan. Suasana yang religius dan damai sangat penting untuk proses pembinaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zainal memaparkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memperlancar kemampuan warga binaan dalam membaca Al-Qur’an. Keterampilan membaca kitab suci ini diharapkan dapat menjadi pedoman hidup sehari-hari selama menjalani masa pidana.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman secara fisik, tetapi juga mendapatkan bekal spiritual yang kuat. Kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman mereka dalam menjalani hari-hari di sini,” tambah Zainal.

Program yasinan rutin ini merupakan salah satu bentuk pembinaan mental dan spiritual yang diprioritaskan di Lapas Parepare. Selain yasinan, berbagai kegiatan keagamaan lainnya juga rutin digelar untuk memperkuat karakter dan mental warga binaan.

Zainal menegaskan bahwa pelaksanaan program pembinaan rohani ini terlaksana atas arahan langsung dari Kepala Lapas Parepare, Marten, yang berkomitmen menjadikan Lapas Parepare sebagai tempat pembinaan yang humanis dan berorientasi pada perbaikan karakter.

“Pak Kalapas sangat mendukung program ini. Beliau (Marten) ingin Lapas Parepare tidak hanya menjadi tempat hukuman, tetapi juga tempat transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik,” pungkas Zainal.

Dengan kegiatan pembinaan rohani seperti yasinan rutin ini, Lapas Parepare nantinya dapat mencetak warga binaan yang tidak hanya bebas secara fisik setelah menjalani masa pidana, tetapi juga matang secara spiritual dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.