Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Bulog Parepare Salah Satu Penyumbang Terbesar Stok di Sulselbar

PORTAL — Stok beras Perum Bulog mencapai 5 juta ton, hal ini merupakan pencapaian bersejarah selama Bulog didirikan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional menembus angka 5.000.198 ton.

“Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026, sekarang jam 08.55 WIB, stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah,” ujar Amran.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan Bulog didukung jaringan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri serta lebih dari 1.200 gudang mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan cadangan yang kuat, Bulog dinilai tidak hanya berperan sebagai stabilisator harga, tetapi juga penggerak utama ekosistem pangan nasional.

“Stok tersebut menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung berbagai program bantuan pangan pemerintah,” ungkapnya.

Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang, menjelaskan total stok CBP di Perum Bulog Kanwil Sulselbar saat ini mencapai 850 ribu ton.

Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Bulog Parepare Salah Satu Penyumbang Terbesar Stok di Sulselbar
Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang

“Dari jumlah itu, Bulog Parepare memiliki stok sebanyak 150ribu ton, berkontribusi sekitar 17 persen terhadap stok Bulog Sulselbar,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Jumlah tersebut menjadikan Bulog Parepare sebagai salah satu penyumbang terbesar stok beras di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Capaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras tim Bulog dengan petani, pemda, dan seluruh stakeholder di lapangan.

“Ini menjadi cerminan Bulog sebagai garda terdepan ketahanan pangan, baik dalam penyerapan hasil panen maupun stabilisasi harga bahan pokok,” ungkapnya.

Rahmi yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Administrasi Keuangan di Kanwil Sulsel itu menambahkan, stok beras Bulog Parepare tidak hanya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di wilayah Parepare dan Barru, tapi juga didistribusikan ke berbagai wilayah lainnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan stok nasional, antara lain ke Papua, NTT dan Maluku.

Menurutnya, saat ini Bulog Parepare masih berada dalam tahap penyerapan hasil panen petani yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Mei 2026.