Bulog Parepare Sewa 16 Gudang Tambahan, Stok Beras Tembus 150 Ribu Ton

PORTAL — Perum Bulog Cabang Parepare menyewa dan meminjam pakai gudang tambahan untuk menampung stok beras yang terus meningkat hingga mencapai sekitar 150 ribu ton.

Langkah ini dilakukan karena seluruh kapasitas gudang utama milik Bulog sudah dalam kondisi penuh.

Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang, menyampaikan stok beras yang berada dalam pengawasan Bulog Parepare meliputi wilayah Parepare dan Barru. Persediaan tersebut saat ini tersimpan di gudang milik Bulog, gudang sewa.

“Karena kapasitas gudang yang kami kuasai sudah penuh, maka kami menambah gudang sewa dan pinjam pakai,” ujarnya.

Saat ini, Bulog Parepare telah menambah sebanyak 16 unit gudang yang tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Pinrang dan Sidrap.

“Penambahan gudang ini dilakukan untuk memastikan seluruh stok beras tersimpan dengan baik dan aman,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan kebutuhan penyaluran beras yang rata-rata sekitar 700 ton per bulan untuk program bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), maka jumlah stok tersebut dinilai sangat berlebih.

“Secara hitungan kasar, persediaan beras saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 200 bulan atau setara 17 tahun,” jelas Rahmi.

Dengan kondisi itu, Bulog memastikan ketersediaan beras untuk menghadapi potensi dampak El Nino dalam jangka panjang berada dalam kondisi sangat aman.

Bulog Parepare juga menyampaikan jika sebagian stok didistribusikan ke daerah lain di Indonesia yang membutuhkan, khususnya wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Penyaluran tersebut dalam pengaturan dari kantor pusat, meski sebagian pengiriman sudah mulai berjalan,” katanya.

Dari sisi kualitas, Bulog memastikan beras yang tersimpan masih dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

Sementara aktivitas penyerapan gabah maupun beras dari petani masih terus berlangsung seiring musim panen yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Mei.

Bulog juga memastikan pembayaran kepada petani berjalan lancar tanpa adanya tunggakan.

Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, Bulog rutin menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap Selasa dan Kamis, serta memastikan ketersediaan beras SPHP tetap tersedia bagi masyarakat.