YLP2EM-BaKTI Bekali KK Lakessi Bersatu, Warga Soroti Data Penerima Bansos

PORTAL — Yayasan Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat (YLP2EM) sebagai mitra BaKTI dalam Program INKLUSI menggelar kegiatan penguatan Kelompok Konstituen (KK) Lakessi Bersatu di Kelurahan Lakessi, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait penyediaan layanan komunitas, mulai dari penanganan kekerasan, perlindungan sosial, advokasi kebijakan, partisipasi politik, hingga perubahan iklim berbasis masyarakat.

Lurah Lakessi, Rasul Lukman, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Kelompok Konstituen sangat membantu pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Kelompok konstituen ini sangat membantu. Beberapa kasus sosial lebih cepat tertangani dan terselesaikan dengan dukungan mereka. Tentunya kita apresiasi,” ujarnya.

Rasul juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak perubahan iklim.

“Isu perubahan iklim tidak lepas dari persoalan sampah. Karena itu, kesadaran masyarakat penting untuk mencegah genangan bahkan banjir,” ungkapnya.

Program Officer YLP2EM, Suriyanti, menjelaskan pentingnya pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) dalam pembangunan masyarakat yang inklusif.

Menurutnya, GEDSI menjadi instrumen penting dalam mengatasi ketidaksetaraan, diskriminasi, marginalisasi, serta eksklusi sosial berbasis gender, disabilitas, maupun identitas sosial lainnya.

“Konsep ini menekankan pentingnya akses, kontrol, partisipasi, serta manfaat pembangunan yang setara bagi seluruh warga negara,” jelasnya.

Suriyanti yang akrab disapa Anti juga menyoroti pentingnya penanganan berbagai bentuk kekerasan, seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, trafficking, hingga bullying.

Selain itu, isu perubahan iklim juga menjadi perhatian melalui integrasi agenda mitigasi dan adaptasi berbasis komunitas.

Pendamping Program Kecamatan Ujung dan Soreang, Sappe Angka, turut memaparkan terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), termasuk mekanisme pendampingan korban.

“Untuk kasus ringan dapat dimediasi di tingkat kelurahan, sedangkan kasus sedang dan berat dirujuk ke lembaga terkait seperti UPTD PPA maupun kepolisian,” katanya.

Ia juga menjelaskan pentingnya perlindungan sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), seperti anak terlantar, anak jalanan, penyandang disabilitas, korban kekerasan, korban bencana alam, hingga perempuan rawan sosial ekonomi.

Salah seorang warga Lakessi, Satriati, menyampaikan masih banyak masyarakat yang layak menerima bantuan sosial, namun belum terakomodasi.

“Banyak warga di Kelurahan Lakessi yang layak dibantu, tapi masuk desil 6, padahal jelas-jelas sangat perlu dibantu,” katanya.

Sementara itu, Program Officer Inklusi BaKTI, Junardi Jufri, menyampaikan kunjungannya untuk melihat kebutuhan yang masih perlu dilengkapi dalam pelaksanaan program.

Namun, dalam dua hari kunjungan di lapangan, pihaknya melihat YLP2EM memiliki komitmen kuat dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat.

“Ini menjadi wadah kita belajar dan membuat rencana kerja bersama. Ada beberapa kasus yang memang harus terus dilanjutkan, namun ada juga yang bisa dimediasi,” ujarnya.

Junardi menambahkan, persoalan perlindungan sosial masih banyak ditemukan di masyarakat, sehingga dibutuhkan kerja ekstra untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Ia juga menyoroti isu perubahan iklim yang dapat dicegah melalui gerakan menanam di pekarangan rumah masing-masing.

“Isu ini penting, karena ke depannya kita akan mengalami kelangkaan energi dan pangan,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur YLP2EM Ibrahim, Direktur BaKTI Muhammad Yusran Laitupa didampingi Program Officer Inklusi BaKTI Junardi Jufri, unsur TNI-Polri, Kelompok Konstituen Galma Riase, penyandang disabilitas, serta tim Program Inklusi.